Rabu, 27 Januari 2010

next chapter

Bevy memandang sosoknya di cermin. Lusuh. Berantakan. Mana mungkin ada laki-laki yang terpesona melihat Bevy. Apalagi ARDI.
Dan jujur, Bevy masih bisa merasakan aroma Ardi di sekitarnya, wangi sabunnya, maskulin tapi tidak terlalu menyengat benar-benar wangi yang hangat...
'Braak...'
Bevy terhentak, lamunannya tentang Ardi lenyap seketika, terlebih setelah melihat ternyata Hanna yang merangsuk masuk dan memperlihatkan wajah cemberut.

"Aku cemburu."

Hanna memandang lurus ke arah Bevy. Bevy terdiam.

"Kenapa?"

"Karena... Ardi. Pokoknya, aku engga suka liat kakak dekat-dekat dia."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar