Bevy memandang sosoknya di cermin. Lusuh. Berantakan. Mana mungkin ada laki-laki yang terpesona melihat Bevy. Apalagi ARDI.
Dan jujur, Bevy masih bisa merasakan aroma Ardi di sekitarnya, wangi sabunnya, maskulin tapi tidak terlalu menyengat benar-benar wangi yang hangat...
'Braak...'
Bevy terhentak, lamunannya tentang Ardi lenyap seketika, terlebih setelah melihat ternyata Hanna yang merangsuk masuk dan memperlihatkan wajah cemberut.
"Aku cemburu."
Hanna memandang lurus ke arah Bevy. Bevy terdiam.
"Kenapa?"
"Karena... Ardi. Pokoknya, aku engga suka liat kakak dekat-dekat dia."
Rabu, 27 Januari 2010
Selasa, 12 Januari 2010
Angel's Wing - 1
" Beverly! Salah lagi! " Teguran Bu Safira, membangkitkan Bevy dari lamunannya.
" Eh, iya, maaf bu." Dia bisa merasakan wajahnya bersemu merah.
" Aduh, kamu kenapa hari ini? kok salah nada melulu?"
Bevy terdiam, dia merasa malu sekali, entah kenapa belakangan ini dia merasa lebih mudah lelah.
" Ya, sudah. Kamu pulang saja, istirahat dulu, muka kamu juga pucat." Bu Safira terdengar melunak,
Bevy mengangguk, lalu mengambil ransel dan partitur musiknya. Setelah berpamitan dengan teman-teman seklubnya, Bevy melangkah keluar ruangan. Dan melirik jam tangannya, baru jam 4. Kira-kira Hanna datang menjemputnya satu jam lagi.
Dia berjalan ke arah UKS, kepalanya berdenyut-denyut, mungkin dia butuh tidur...
***
" Bev,bev..." Bevy, terhenyak merasakan goncangan di tubuhnya,
" Bangun donk, ihhh, udah malam nih. Ayo pulang!" Suara cempreng manja khas Hanna, membuat Bevy langsung terjaga.
" Sorry, uda jam berapa sih? "
" Hampir jam 7 sore, gila ya kamu, aku bangunin kamu di UKS kamu ga bangun-bangun, dan terpaksa Ardi angkat kamu ke mobil!" Terdengar selipan nada cemburu di suara Hanna, pipi Bevy bersemu merah segera dia sadar, ternyata dia sudah di mobil dan sekarang ada di depan rumahnya. Untung aja, mobilnya gelap. Kalau tidak mereka bisa melihat pipi merah jambu Bevy.
" Gak apa-apa kok, Na. Dia engga berat. Hehehehe " tambah Ardi tiba-tiba. Dan sesaat Bevy merasakan desiran lembut di dadanya.
" Ihhh, Ardii. Centil deh. Ya udah, aku pulang dulu ya. Makasih sayang. BEVY! Ayo! "
Hanna menyambar lengan Bevy yang masih agak bingung untuk turun, Ardi tersenyum ringan lalu melambai pada mereka.
" Eh, iya, maaf bu." Dia bisa merasakan wajahnya bersemu merah.
" Aduh, kamu kenapa hari ini? kok salah nada melulu?"
Bevy terdiam, dia merasa malu sekali, entah kenapa belakangan ini dia merasa lebih mudah lelah.
" Ya, sudah. Kamu pulang saja, istirahat dulu, muka kamu juga pucat." Bu Safira terdengar melunak,
Bevy mengangguk, lalu mengambil ransel dan partitur musiknya. Setelah berpamitan dengan teman-teman seklubnya, Bevy melangkah keluar ruangan. Dan melirik jam tangannya, baru jam 4. Kira-kira Hanna datang menjemputnya satu jam lagi.
Dia berjalan ke arah UKS, kepalanya berdenyut-denyut, mungkin dia butuh tidur...
***
" Bev,bev..." Bevy, terhenyak merasakan goncangan di tubuhnya,
" Bangun donk, ihhh, udah malam nih. Ayo pulang!" Suara cempreng manja khas Hanna, membuat Bevy langsung terjaga.
" Sorry, uda jam berapa sih? "
" Hampir jam 7 sore, gila ya kamu, aku bangunin kamu di UKS kamu ga bangun-bangun, dan terpaksa Ardi angkat kamu ke mobil!" Terdengar selipan nada cemburu di suara Hanna, pipi Bevy bersemu merah segera dia sadar, ternyata dia sudah di mobil dan sekarang ada di depan rumahnya. Untung aja, mobilnya gelap. Kalau tidak mereka bisa melihat pipi merah jambu Bevy.
" Gak apa-apa kok, Na. Dia engga berat. Hehehehe " tambah Ardi tiba-tiba. Dan sesaat Bevy merasakan desiran lembut di dadanya.
" Ihhh, Ardii. Centil deh. Ya udah, aku pulang dulu ya. Makasih sayang. BEVY! Ayo! "
Hanna menyambar lengan Bevy yang masih agak bingung untuk turun, Ardi tersenyum ringan lalu melambai pada mereka.
Angel's Wing
Bab I Cahaya sebelum Senja
" Bevvyyy, nanti sore kamu latian ?"
Hanna merangsuk duduk di sebelah gadis berambut panjang sebahu yang dipanggilnya Bevy.
" Iya donk, kamu pulang duluan aja, ngga usa nunggu aku, Na."
" Yauda deh. Tapi nanti aku jemput kamu yah sama Ardi, sekalian aku alasan sama Bunda!"
Bevy melotot. Tapi kemudian luluh karena Hanna menampakkan wajah memohon seperti biasanya,
" Huuuh, terserah kamu, tapi aku engga mau tanggung jawab!" Jawab Bevy judes, Hanna langsung melonjak senang.
" Kamu emang kakakku yang paling manis." Ucapnya seraya mengecup pipi Bevy.
" Dan kamu adalah adikku yang paling rese! Sudah sana pulang. "
" Hehehe, iya, sampai jumpa Bevv."
Bevy menghela nafas, menatap kepergian adiknya, adik kembar lebih tepatnya. Yap, Beverly dan Hanna Chandranita. Wajah mereka sama persis. Kecuali bagian kacamata tebal yang menutupi wajah cantik Bevy. Selain itu mereka layaknya cermin, meskipun sifat mereka sama sekali berbeda. Dibesarkan di keluarga yang berkecukupan memang membuat mereka di manjakan. Tapi entah mengapa Hanna selalu lebih menonjol dalam hal menarik perhatian orang, dan meskipun wajah mereka sama persis, sifat mereka sama sekali berbeda. Bevy, sang kakak, lebih senang menghabiskan waktunya untuk musik, musik adalah hidupnya. Sedangkan Hanna, dia sama sekali tidak bisa diam. Semua kegiatan dia tekuni, tapi dia juga cepat bosan. Sebenarnya dalam hati Bevy iri juga melihat kelincahan adik kembarnya, terlebih karena keluguan dan kejujuran Hanna akan cinta.
Sebuah Cerita
Karena gw lagi bingung mw nulis tentang apa,,
jadi gw mw sedikit menumpahkan cerita (cie elah)
semoga bisa menghibur,, hasil karya sendiri nih,, mohon kritik dan saran ya..
Ciao!
jadi gw mw sedikit menumpahkan cerita (cie elah)
semoga bisa menghibur,, hasil karya sendiri nih,, mohon kritik dan saran ya..
Ciao!
ehemmmm
Ternyata ga semua yang kita lakukan itu disenengin orang. Termasuk acara bikin-bikin blog ini.
Ada aja orang sirik dimana-mana.
Huhuhuhu...
Susa emang jadi orang keren =P
Soalnya kalo d sirikin berarti kita keren donk??? Dan dia mau jadi kayak kita tp gabisa..
@___@
Tapi yasudalah, saya kan juga manusia. Kadang-kadang melakukan satu-dua hal yang salah.
jadiii kalau2 ada salahhh ya sorry ya..hihihiih
Ada aja orang sirik dimana-mana.
Huhuhuhu...
Susa emang jadi orang keren =P
Soalnya kalo d sirikin berarti kita keren donk??? Dan dia mau jadi kayak kita tp gabisa..
@___@
Tapi yasudalah, saya kan juga manusia. Kadang-kadang melakukan satu-dua hal yang salah.
jadiii kalau2 ada salahhh ya sorry ya..hihihiih
Minggu, 10 Januari 2010
Lose Vs Loser
Belakangan ini gw lagi keranjingan main salah satu game online baru. Wuhuu!
Dan ternyata "kencanduan" ini emang parah juga, beberapa temen gw sampe ngatain gw "freak" karena gw rela engga kemana-mana cuma buat leveling dan naekin level..hahahhaa.
Sebenarnya main game online itu penuh pengorbanan, selain uang dan waktu, belom lagi perngorbanan kena omel sama ortu =____=a
dan juga, biaya-biaya tak terduga.
Kayaknya main game itu memang sama kayak hobi dan mungkin salah satu jenis olahraga baruu,, soalnya bisa bikin badan kurus (lupa makan) sama menguras energi (kurang tidur)
Dan ada kepuasan tersendiri kalau kita berhasil dalam game itu. fufufufu..
Namanya main game, cuma ada 2 kemungkinan kalah atau menang. Tapi ternyata ada kemungkinan ke 3, jadi LOSER sejati.
Kedengerannya sih gw menghina banget, tapi kenyataannya memang ada tipe-tipe orang yang dilahirkan untuk menjadi seorang loser, bahkan di dunia game sekalipun.
Gw pernah ketemu orang-orang seperti ini, dan gw merasa kasian banget sama mereka. Karena ternyata di dunia maya pun, mereka gmw belajar buat jadi pemenang atau at least jadi orang yang belajar menerima kekalahan.
Orang-orang yang kerjaannya cuma bisa "ngoceh" yang sbenernya ocehannya itu ditunjukkan ke dirinya sendiri, dan padahal mereka itu cuma mempermalukan dirinya sendiri..
Sebenarnya ga ada yang salah sama yang namanya "kalah" kalau dengan kekalahan itu kita bisa belajar dan bangkit, bukannya malah cari-cari alasan buat menutupi kekalahan. Kan kalau begitu, orang-orang jadi tau kalau ternyata dia pecundang sejati. Kekekekekek =___=''
Main game, ternyata engga selamanya berdampak buruk, kita bisa belajar menerima kekalahan, dan belajar bangkit dari kekalahan. Meskipun awalnya cuma di game, lama-lama kita bisa nerapin hal itu di kehidupan yang nyata...
Dan ternyata "kencanduan" ini emang parah juga, beberapa temen gw sampe ngatain gw "freak" karena gw rela engga kemana-mana cuma buat leveling dan naekin level..hahahhaa.
Sebenarnya main game online itu penuh pengorbanan, selain uang dan waktu, belom lagi perngorbanan kena omel sama ortu =____=a
dan juga, biaya-biaya tak terduga.
Kayaknya main game itu memang sama kayak hobi dan mungkin salah satu jenis olahraga baruu,, soalnya bisa bikin badan kurus (lupa makan) sama menguras energi (kurang tidur)
Dan ada kepuasan tersendiri kalau kita berhasil dalam game itu. fufufufu..
Namanya main game, cuma ada 2 kemungkinan kalah atau menang. Tapi ternyata ada kemungkinan ke 3, jadi LOSER sejati.
Kedengerannya sih gw menghina banget, tapi kenyataannya memang ada tipe-tipe orang yang dilahirkan untuk menjadi seorang loser, bahkan di dunia game sekalipun.
Gw pernah ketemu orang-orang seperti ini, dan gw merasa kasian banget sama mereka. Karena ternyata di dunia maya pun, mereka gmw belajar buat jadi pemenang atau at least jadi orang yang belajar menerima kekalahan.
Orang-orang yang kerjaannya cuma bisa "ngoceh" yang sbenernya ocehannya itu ditunjukkan ke dirinya sendiri, dan padahal mereka itu cuma mempermalukan dirinya sendiri..
Sebenarnya ga ada yang salah sama yang namanya "kalah" kalau dengan kekalahan itu kita bisa belajar dan bangkit, bukannya malah cari-cari alasan buat menutupi kekalahan. Kan kalau begitu, orang-orang jadi tau kalau ternyata dia pecundang sejati. Kekekekekek =___=''
Main game, ternyata engga selamanya berdampak buruk, kita bisa belajar menerima kekalahan, dan belajar bangkit dari kekalahan. Meskipun awalnya cuma di game, lama-lama kita bisa nerapin hal itu di kehidupan yang nyata...
Jumat, 08 Januari 2010
I dont want to die
Ngeliat maraknya aksi-aksi bunuh diri belakangan ini, Gw jadi pengan bikin post tentang hidup.
Emang sih kayaknya gw belom pantes buat ngomongin soal kehidupan.
Tapi gw cuma pengen berbagi, buat mereka yang mungkin lagi patah semangat. Dan berharap tulisan ini bisa membuat kalian sedikit cheer up.
Sebenarnya gw bingung, kenapa sih mereka harus mengakhiri hidup yang jelas-jelas cuma sekali???? Dan sedihnya, mereka menjadikan (kebanyakan) "ngga punya duid" "patah hati" buat jadi alasan untuk mati. Life is definitely more than that.
Menurut gw setiap orang pasti pernah ngerasa jatuh dan di bawah, ngerasa sendirian dan ngga ada yang peduli. Gw juga pernah seperti itu.
Dan gw tau, it feels like hell. Tapi coba deh, sedikit aja.
Liat sekeliling. Mungkin ternyata cobaan yang kamu hadapi engga parah-parah banget.
Kamu mungkin patah hati, di putusin pacar. Hellow,. there's a million boys/girls out there, and you know you deserve more than him/her. Its okay to be sad. We are human being.
Tapi kita juga musti tau, alasan itu sama sekali bukan untuk mengakhiri hidup. Coba Dibandingin sama orang-orang di luar sana yang mengalami hal yang lebih berat tp terus mencoba untuk hidup?
Mungkin kalian jatuh miskin, dan engga punya apa-apa. Sekali lagi, hidup itu kadang di atas kadang di bawah, dan pada saat kita di bawah tapi kita bisa bangkit kalian pasti lebih dari itu. =)
Atau kalian ngerasa sendirian, tapi sebenarnya kita engga pernah benar-benar sendirian. If we do the right things with the right way. We'll find the answer sooner or later. Gw mungkin bukan orang yang setiap saat beribadah. Tapi gw percaya, Because GOd really exist.
And I do ever felt that way. And I do survive.
Pengalaman gw membuat gw jadi lebih menghargai hidup, karena gw ngga memutuskan untuk engga mengakhiri hidup.
Karena ternyata God really have a big plan for me. Meskipun sekarang ini gw baru menikmati sedikit dari rencanaNya, tapi ternyata ini semua lebih dari yang pernah gw bayangkan.
So, guys. Please. Respect you life.
Emang sih kayaknya gw belom pantes buat ngomongin soal kehidupan.
Tapi gw cuma pengen berbagi, buat mereka yang mungkin lagi patah semangat. Dan berharap tulisan ini bisa membuat kalian sedikit cheer up.
Sebenarnya gw bingung, kenapa sih mereka harus mengakhiri hidup yang jelas-jelas cuma sekali???? Dan sedihnya, mereka menjadikan (kebanyakan) "ngga punya duid" "patah hati" buat jadi alasan untuk mati. Life is definitely more than that.
Menurut gw setiap orang pasti pernah ngerasa jatuh dan di bawah, ngerasa sendirian dan ngga ada yang peduli. Gw juga pernah seperti itu.
Dan gw tau, it feels like hell. Tapi coba deh, sedikit aja.
Liat sekeliling. Mungkin ternyata cobaan yang kamu hadapi engga parah-parah banget.
Kamu mungkin patah hati, di putusin pacar. Hellow,. there's a million boys/girls out there, and you know you deserve more than him/her. Its okay to be sad. We are human being.
Tapi kita juga musti tau, alasan itu sama sekali bukan untuk mengakhiri hidup. Coba Dibandingin sama orang-orang di luar sana yang mengalami hal yang lebih berat tp terus mencoba untuk hidup?
Mungkin kalian jatuh miskin, dan engga punya apa-apa. Sekali lagi, hidup itu kadang di atas kadang di bawah, dan pada saat kita di bawah tapi kita bisa bangkit kalian pasti lebih dari itu. =)
Atau kalian ngerasa sendirian, tapi sebenarnya kita engga pernah benar-benar sendirian. If we do the right things with the right way. We'll find the answer sooner or later. Gw mungkin bukan orang yang setiap saat beribadah. Tapi gw percaya, Because GOd really exist.
And I do ever felt that way. And I do survive.
Pengalaman gw membuat gw jadi lebih menghargai hidup, karena gw ngga memutuskan untuk engga mengakhiri hidup.
Karena ternyata God really have a big plan for me. Meskipun sekarang ini gw baru menikmati sedikit dari rencanaNya, tapi ternyata ini semua lebih dari yang pernah gw bayangkan.
So, guys. Please. Respect you life.
Langganan:
Postingan (Atom)
