" Beverly! Salah lagi! " Teguran Bu Safira, membangkitkan Bevy dari lamunannya.
" Eh, iya, maaf bu." Dia bisa merasakan wajahnya bersemu merah.
" Aduh, kamu kenapa hari ini? kok salah nada melulu?"
Bevy terdiam, dia merasa malu sekali, entah kenapa belakangan ini dia merasa lebih mudah lelah.
" Ya, sudah. Kamu pulang saja, istirahat dulu, muka kamu juga pucat." Bu Safira terdengar melunak,
Bevy mengangguk, lalu mengambil ransel dan partitur musiknya. Setelah berpamitan dengan teman-teman seklubnya, Bevy melangkah keluar ruangan. Dan melirik jam tangannya, baru jam 4. Kira-kira Hanna datang menjemputnya satu jam lagi.
Dia berjalan ke arah UKS, kepalanya berdenyut-denyut, mungkin dia butuh tidur...
***
" Bev,bev..." Bevy, terhenyak merasakan goncangan di tubuhnya,
" Bangun donk, ihhh, udah malam nih. Ayo pulang!" Suara cempreng manja khas Hanna, membuat Bevy langsung terjaga.
" Sorry, uda jam berapa sih? "
" Hampir jam 7 sore, gila ya kamu, aku bangunin kamu di UKS kamu ga bangun-bangun, dan terpaksa Ardi angkat kamu ke mobil!" Terdengar selipan nada cemburu di suara Hanna, pipi Bevy bersemu merah segera dia sadar, ternyata dia sudah di mobil dan sekarang ada di depan rumahnya. Untung aja, mobilnya gelap. Kalau tidak mereka bisa melihat pipi merah jambu Bevy.
" Gak apa-apa kok, Na. Dia engga berat. Hehehehe " tambah Ardi tiba-tiba. Dan sesaat Bevy merasakan desiran lembut di dadanya.
" Ihhh, Ardii. Centil deh. Ya udah, aku pulang dulu ya. Makasih sayang. BEVY! Ayo! "
Hanna menyambar lengan Bevy yang masih agak bingung untuk turun, Ardi tersenyum ringan lalu melambai pada mereka.
Selasa, 12 Januari 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

hasil re-post drmn ne??
BalasHapuswkwkwkwkwkwk.. =p
peace ce..
hehehe..
eww.. enak aja
BalasHapusini bkin sendri tauk!
@____@
sedihnya =(
btw ini siapa ya??? jgn anonim dunsss